Siapa sih yang tak ingin liburan??. Setelah penat kita
beraktifitas atau bekerja selama berbulan-bulan dari pagi-sore. Bahkan harus lebur segala seolah
waktu ini begitu sempit sekali. Tak jarang kita merasa sumpek, apalagi kita
yang tinggal di Batam, pulau ini begitu kecil kalau kita kelilingi untuk
jalan-jalan. Tempat hiburan yang murah meriah juga masih sedikit.
Pantai-pantai di kota Batam belum dikelola dengan baik oleh
pemerintah kota Batam, namun banyak yang dikelola oleh pidak swasta dengan di
bangun resort mewah yang super mahal bagi kantong yang bergaji rupiah.
Ini kami punya sedikit tips dan solusi untuk mengusir rasa
suntuk anda dengan liburan Hemat ke Tanjung Pinang, Bintan. Pada liburan Imlek
tahun 2015 ini yang jatuh tanggal 18 Februari 2015. Bersama keluarga kami kami
liburan ke rumah kami di Tanjung Pinang.
Kami menempuh penyebrangan dengan memilih jalur kapal Roro (Roll-on/roll-off), melalui pelabuhan kapal Roro di Telaga Punggur.
Kami memilih dengan naek motor dan naek kapal Roro karena lebih hemat daripada
jalur Ferry, kini yang tarifnya lebih mahal, kami harus naek taxi atau
menitipkan kendaran di pelabuhan yang untuk motor tarifnya 10.000/malam. Dan tiket
per orang yang sudah mahal so kami pilih jalur naek motor karena anak kami juga
sudah setahun lebih.
Dengan peralatan safety riding yang
kami miliki heheh sok bikers sieh yah minimal bersepatu, Helm, jaket tebal,
bawa mantel hujan, air mineral makanan, serta peralatan bayi dan obat-obatan
kami siap go to Bintan.
Tiket naek kapal Roro ini Motor, 2
org, anak-anak Fre, dan peron nya hanya Rp. 70.200, 00 lebih hemat kan daripada
naek Ferry yang per orang saja sudah Rp.65.000,00. Kami memilih jam paling pagi
karena biar tidak begitu panas saat mengendarai motor nantinya. Jam 08.00 Tepat
kapal Roro berangkat jadi kami lebih awal datangnya.
Mobil, Lori/Truck duluan masuk baru
motor-motor masuk kemudian, Kapal Roro ini cukup banyak peminatnya terlihat
dengan penuhnya kapal dengan kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Tiket
roda empat jelas lebih mahal hal ini disesuaikan dengan space mobilnya juga.
Fasilitas Kapal Roro cukup lengkap
dari toilet, kantin, musholla, ruang ber Ac, dan ruang yang tidak ber-AC bagi
perokok disediakan. Kursi yang disediakan juga banyak, ruangan lebih longgar
daripada ferry jadi anak-anak lebih nyaman bisa berjalan-jalan dengan puas sambal
menikmati pemandangan laut dan pulau-pulau saat berlayar di atas Dek Kapal.
Bagi yang lapar dan haus juga bisa
membeli Pop Mie dan kopi, serta minuman lainnya dan makanan ringan juga
disediakan di mini kantin di atas kapal. Waktu yang ditempuh jdari Punggur ke
Tanjung Uban sekitar 35 Menit begitu cepat dan ombak yang besar tidak begitu
terasa karena kapal lumayan besar.
Setelah sampai di pelabuhan punggur
Motor di persilahkan keluar duluan dilanjutkan dengan mobil, dan Lori kalau
ada. Tanjung Uban memang tidak seramai kota Batam namun kini semakin berkembang
dengan banyaknya ruko-ruko baru yang mulai di bangun.
Kami kemudian melajutkan perjalanan
dari Tanjung Uban ke Tanjung Pinang melalui jjalur jalan baru, dengan melalui
jalan baru ini lebih hemat waktu tempuh yang kita perlukan yaitu sekitar 1 jam
lebih dikit sudah sampai Tanjung Pinang. Kalau kita lewat jalan lama waktu
sekitar 2, 5 jam dengan kecepatan rata-rata 70 Km/jam. Enak dan hemat kan bagi
yang mau liburan dengan suasana alam kita bisa melihat secara langsung
hutan-hutan dengan pohon yang tidak besar. Dan ada juga kita melewati Gunung
Bintan yang lumayan besar untuk di Kepri ini. Di bawahny ada warung-warung dan
pedagang yang menjula Pisang, dan hasil bumi lainnya. Di sini kita bisa
bersantai sejenak bisa berfoto-foto dulu sambal istirahat.
Bagi yang ingin Ke Lagoi juga bisa
kita bisa mampir, namun karena kami ingin liburan yang hemat makanya kami tidak
mampir ke Lagoi, kita lanjut ke Tanjung Pinang. Di Tanjung Pinang bagi yang
ingin menikmati kuliner Khas Melayu yang lebih enak dan murah bisa ke Pelantar
2 dekat pasar Tanjung Pinang. Disana kami menikmati Sop Ikan yang yummy, harga
sekitar 25 Rb sudah sama Nasi, The Obeng atau Es Teh Rp.3000, 00 sudah kenyang
sedappp.
Selain itu kami juga menikmati
pemandangan khas lain di Senggarang, kami naek jalur darat dari Batu 14 naek
motor sekitar 30 Menit sampai di Senggarang, do pasar pelantar-pelantar ini
kita bisa minum Kopi, sarapan pagi ada Sate Ayam, Mie Lendir dan makanan
lainnya seperti kue-kue.
Di Pelantar Senggarang ini mayoritas
penduduknya China Keturunan yang sudah lahir di sini. Begitu rukun dengan
masyarakat Melayu, Jawa, Boyan, dan Bugis, dan suku lain yang ada. Ke-Bhineka
Tunggal Ika-an begitu terlihat di sini, mereka begitu rukun tanpa melihat suku,
agama, golongan mereka membaur begitu akrab satu yaitu Indonesia. Tempat-tempat
ibadah begitu bagus baik Vihara, Klentheng, Masjid. Dan di Senggarang ini ada
Vihaa tertua yang begitu terkenal dan banyak patung-patung nya seperti Sun go
Khong, Dewi Kwan In, Biksu Tong, dan para pengikutnya.
Di seberang pulau Senggarang begitu megah
terlihat Masjid Penyengat sangat termasyur tersebut. Di sini banyak makam
raja-raja Melayu di makamkan da nada juga Museum, Balai Adat, ada sumur di
bawah Balai Adat yang terkenal jernih dan segar meski dekat dengan laut.
Biaya menyeberang naek pompon dari
pelantar 1 Tanjung Pinang sekitar 5 rb per orang kita akan diantar kan ke pulau
Penyngat ini. Di Penyengat ini kita bisa menikmati Kuliner Ikan Bakar,
Otak-Otak yang enak di warung depan Masjid Penyengat. Kita juga berkeliling
pulau Penyengat dengan naek Becak Motor. Sembari diantarkan ke pemakaman
raja-raja Melayu dan bisa berziarah sekalian. Di depan makam juga banyak yang
menjual Bunga tabor untuk berziarah.
Selain itu tempat yang tak kalah
terkenal nya di Tanjung Pinang Adalah Tepi Laut. Daerah ini kalau sore sudah
ramai dikunjungi orang baik penduduk Tanjung Pinang atau wisatawan juga. Di sini
begitu banyak disediakan berbagai jenis Kuliner Khas Melayu dan minuman khas Teh
Tarik.
Bagi anak-anak juga bisa bermain di
taman bermain yang harganya sangat terjangkau, harga tiket bermain rata-rata 5
rb/permainan bisa menikmati berbagai mainan anak-anak, seperti memancing, naek
odong-odong, naek kereta, naek kemidi putar mini, dll.
So bagi para pecinta traveling yang
ingin hemat bisa menjadi pilihan liburan loh, dan bagi yang tidak ada saudara
di kota ini juga banyak tersedia losmen, hotel yang bervariasi harga per
malamnya. Anda bisa menyesuaikan kocek anda. Di sekitar pelabuhan banyak
tersedia hotel-hotel.
Hari kedua kami di Tanjung Pinang
kami isi dengan wisata Air di ARECA di sini kami bisa berenang, dan permainan
air lainnya. Tiket Masuk per orang adalah 15 rb/orang dan biaya sewa Ban 10 rb.
Setelah berenang pasti lapar kan, yah tentunya kami terus makan juga di warung
tenda di sekitar Bintan Centre yang harganya per porsi rata-rata 15 Rb. Untuk makanan
Sea Food ya agak mahal dikit she dibandingkan Batam, namun ya rasa tak kalah
enak lah.
Memang untuk harga makanan memang
lebih mahal sekitar 2-5 rb an dibandingkan Batam mungkin karena Batam Pelabuhan
Bebas jadi harga lebih murah kali yah hehehe. So hal ini tidak mengurangi
nikmatnya liburan di pulau Bintan.
Pada Malam harinya kita minum Bandrek
di Bintan Center, ya tentu saja loh meskipun liburan kita tidak melupakan waktu
sholat. So jangan di Tanya masjid begitu banyak jadi di sela-sela jalan-jalan
kita bisa ke Masjid dulu untuk Sholat baru lanjut jalan-jalan…..
Oleh-Oleh Khas Tanjung Pinang…
Pasti kalau kita jalan-jalan ingin
beli oleh-oleh dunk. Selain untuk dinikmati sendiri juga bisa dibagikan kepada
tetangga, saudara dan teman. Oleh-oleh di Tanjung Pinang cukup banyak, dari
Kaos, makanan kering, maupun makanan basah. Kalau saya suka oleh-oleh yang
kering-kering saja selain mudah bawanya juga lebih tahan lama.
Oleh –oleh ini yaitu bisa ikan asin,
kerupuk ikan, Kerupuk Udang, kerupuk Sotong, Teri, dll. Selain itu juga
Otak-Otak, kalau saya dan Istri sukanya beli Otak-otak di Pelantar 2 lebih enak
dan pasti baru jadi rasa yummy banget lah.
Kalau mau beli kami kasih tips yah
datangnya pagi yah kalau gak keburu habis, kalau yakin besoknya mau balik
mending sehari sebelumnya pesen dulu itu dijamin ada loh yah tentunya harus
bayar dulu kalau pesen, kalau gak ya tar gak di kasih dech hehehe.
Kalau kami ke Tanjung Pinang yang
kami suka adalah Tempe dan Tahunya, soalnya rasanya lebih enak di bandingkan di
Batam. Jadi kami yang kangen Tempe dan Tahu di Jawa ya beli ini lumayan
mengobatin rindu kami dengan temped dan tahu di kampung halaman.
Udara Lebih Segar
Soal cuaca meski sama-sama dekat laut
ternyata di Tanjung Pinang ini lebih dingin loh, yah kalau siang hari yah sama
panasnya sih. Namun begitu malam hari, dan dini hari wow sejukkk. Hal ini
mungkin masih banyaknya hutan-hutan, pohon-pohon meski kini mulai banyak yang
di tebang dijadikan Ruko namun yah masih lebih dingin sedikit dibandingkan Kota
Batam yah mungkin selain itu kan pabriknya jug atidak sebanyak Batam tingkat
polusi udara juga lebih sedikit, makanya lebih dingin yah perasaan saya sih.
Meski Mall tidak banyak namun di
Tanjung Pinang kita bisa berwisata belanja di di sekitar Pasar Tanjung Pinang
tersebar toko-toko yang menjual berbagai keperluar kita, baju, tas, jam, dll.
Selain ada Mall Ramayana, Ada Bintan Centre, dan Toserba yang mulai banyak.
Kebun Buah Naga di Vihara Batu 14
Jalan gratis tak pake tiket masuk
juga ada neh di Vihara Avalokitesvara Graha arah Perum Griya Senggarang
Permai Batu 14Tanjung Pinang arah Tanjung Uban. Di sana kita bisa menikmati
pemandangan Kebuah Buah Naga, Bunga, dan patung-patung yang keren-keren loh,
Viharan ini begitu besar loh. Keren juga buat view foto-foto
Yah begitulah sedikit kisah
jalan-jalan hemat versi kami, so bagi yang ingin jalan-jalan melepas suntuk di
Batam bisa ke Tanjung Pinang. Bagi warga luar Batam yang ingin tahu lebih
lanjut bisa bisa kontak ke email saya di ridwan_videoeditor@yahoo.com
atau comment saja di blog saya ini yah….
Selamat Traveling, untuk hidup yang
lebih menyenangkan untuk kita, keluarga, dan anak-anak kita….


Tidak ada komentar:
Posting Komentar